GMIST Kalvari Kendahe

“Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga.” – Matius 5:16

Sejarah Masuknya Kekristenan di Tanah Kendahe dan Berdirinya GMIST Kalvari Kendahe

Kekristenan mulai masuk ke tanah Kendahe diperkirakan pada abad ke-2 melalui jalur perdagangan yang dilakukan oleh bangsa Portugis. Selain berdagang, para pedagang Portugis juga membawa misi penginjilan dan mendirikan sebuah gereja Katolik yang disebut “Padri”, yang dalam bahasa lokal dikenal dengan nama “Padihe.” Namun, seiring berjalannya waktu, pertumbuhan Gereja Padri atau Padihe di tanah Kendahe tidak berkembang pesat. Kondisi politik dan perdagangan yang berubah membuat para pedagang Portugis akhirnya meninggalkan wilayah tersebut, sehingga jemaat kehilangan pemimpin rohaninya. Akibatnya, masyarakat kembali kepada kepercayaan lama mereka, yaitu penyembahan berhala dan praktik okultisme, seperti menyembah batu, pohon, dan benda-benda alam lainnya.

Sekitar 50 hingga 60 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1855, datanglah seorang Guru Injil bernama Tuan Gabriel Makagiansar dari Tanah Tamako. Ia membawa ajaran agama Kristen Protestan dan menunaikan misi pemberitaan Injil Kristus. Kehadirannya membawa perubahan besar bagi masyarakat Kendahe pada masa itu. Melalui pelayanannya, masyarakat kembali menerima Injil Kristus dan mengalami pembaruan iman, sehingga kekristenan kembali bertumbuh dan berkembang menjadi suatu persekutuan jemaat yang mengenal Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya, Tuan Guru Injil Gabriel Makagiansar diberi gelar marga baru, yaitu “Sasiang,” yang memiliki makna “Senangngu injile nebawa wou kararendung,” atau “membawa terang Injil dari hidup yang penuh kegelapan.” Sejak saat itu ia dikenal dengan nama Tuan Gabriel Sasiang.

Tanggal 6 Agustus kemudian diperingati sebagai hari lahir dan berdirinya Gereja GMIST Kalvari Kendahe, bertepatan dengan peletakan batu dasar pembangunan gedung gereja tersebut. Tahun 1855 pun ditetapkan sebagai tahun awal masuknya pengajaran agama Kristen Protestan di tanah Kendahe. Hingga kini, GMIST Jemaat Kalvari Kendahe terus bertumbuh sebagai jemaat yang mandiri, setia dalam panggilan gereja untuk bersaksi, bersekutu, dan melayani, serta senantiasa membawa terang Kristus di tengah dunia.

GMIST Kalvari Kendahe
K+
Jemaat
+
Kunjungan Pastoral
+
Kegiatan Pemuda
+
Kegiatan Sekolah Minggu

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang, sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

1 Petrus 4:10

Visi

“Menjadi Gereja yang bertumbuh dalam iman, berakar dalam kasih Kristus, dan membawa terang Injil bagi dunia.”

Misi

Bersaksi
Mengabarkan Injil Yesus Kristus melalui kehidupan yang mencerminkan kasih, kebenaran, dan pengharapan di tengah masyarakat.

Bersekutu
Membangun persekutuan yang hidup, saling mengasihi, dan saling menopang antarjemaat sebagai satu tubuh Kristus.

Melayani
Melayani Tuhan dan sesama secara tulus melalui berbagai bidang pelayanan — pendidikan, sosial, musik, dan diakonia — sebagai wujud nyata kasih Kristus.

Bertumbuh dalam Iman dan Pengajaran Firman
Mengembangkan kehidupan rohani jemaat melalui ibadah, pembinaan, dan pengajaran yang berpusat pada Firman Tuhan.

Menjadi Terang di Tengah Dunia
Menjadi saksi Kristus yang membawa damai, keadilan, dan kasih di tengah masyarakat serta menjaga ciptaan Allah.

Doa Keselamatan

Firman Tuhan menulis: “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang…

Baca Lebih Lanjut

Keselamatan Kekal

Banyak orang Kristen yang masih bingung bagaimana sebenarnya janji keselamatan dan hidup kekal menurut Alkitab….

Baca Lebih Lanjut

Mari terus terhubung dengan GMIST Kalvari Kendahe!

Email
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.