Perjamuan Kudus Jemaat GMIST Kalvari Kendahe

“Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.”
(1 Korintus 11:26)

Perjamuan Kudus adalah sakramen yang ditetapkan oleh Yesus Kristus sendiri pada malam Ia diserahkan. Ini adalah tindakan iman yang sakral, di mana kita secara bersama-sama mengingat, merayakan persekutuan, dan menantikan kedatangan-Nya kembali.

1. Makna Teologis Perjamuan Kudus

Dalam tradisi Protestan, Perjamuan Kudus dimaknai sebagai tindakan spiritual yang mendalam, bukan hanya ritual.

A. Peringatan akan Pengorbanan Kristus (Remembrance)

Roti dan anggur adalah simbol nyata dari tubuh dan darah Yesus Kristus yang dikorbankan di kayu salib. Ketika kita mengambil bagian, kita mengingat dan memberitakan kematian Kristus sebagai penebusan dosa kita.

  • Roti: Melambangkan tubuh Kristus yang dipecahkan bagi kita.
  • Anggur/Sari Anggur: Melambangkan darah Kristus yang tercurah sebagai perjanjian baru pengampunan dosa.

B. Persekutuan dengan Kristus dan Jemaat (Koinonia)

Perjamuan Kudus adalah momen Persekutuan (Koinonia) yang unik. Kita tidak hanya bersekutu dengan Kristus secara pribadi, tetapi juga menyatakan persatuan kita sebagai satu tubuh Kristus, yaitu Gereja. Kita semua makan dari roti yang satu dan minum dari cawan yang satu.

C. Pengharapan akan Kedatangan Kedua (Hope)

Setiap Perjamuan Kudus mengarahkan pandangan kita ke masa depan, yaitu pada kedatangan Kristus yang kedua kali. Kita memberitakan kematian-Nya sampai Ia datang. Dengan merayakan Perjamuan Kudus, kita menegaskan kembali iman dan pengharapan kita akan penggenapan janji Kerajaan Allah.

2. Praktik dan Syarat Pengambilan Bagian

Perjamuan Kudus terbuka bagi semua orang percaya yang telah memenuhi syarat keanggotaan gereja sesuai dengan tata gereja GMIST.

A. Siapa yang Boleh Mengambil Bagian?

Menurut ajaran GMIST dan kebanyakan gereja Protestan:

  1. Mereka yang telah dibaptis dan mengaku percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.
  2. Mereka yang telah menerima Sidi/Peneguhan Iman (atau setara) dan menjadi anggota jemaat yang sah.
  3. Mereka yang telah menguji diri (1 Korintus 11:28) dan mengakui dosa serta hidup dalam pertobatan yang sejati.

Penting: Kami mendorong setiap jemaat untuk merenung dan mempersiapkan hati sebelum Perjamuan Kudus, mengampuni sesama, dan memohon pengampunan dari Tuhan.

B. Pelaksanaan

  • Perjamuan Kudus di GMIST Kalvari Kendahe dilaksanakan Pada Hari Raya Gerejawi tertentu.
  • Pengumuman mengenai tanggal pelaksanaan akan diinformasikan secara terperinci melalui Warta Jemaat dan media sosial gereja.

3. Persiapan Pribadi

Kami mengundang Anda untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum sakramen ini:

  1. Pemeriksaan Diri (Introspeksi): Berikan waktu sejenak untuk meninjau hidup dan hati Anda.
  2. Pengakuan Dosa: Akuilah dosa-dosa Anda kepada Tuhan dan terima pengampunan-Nya.
  3. Rekonsiliasi: Pastikan Anda telah berdamai dengan sesama, sesuai dengan ajaran Kristus.

Marilah kita mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus dengan hati yang penuh syukur, iman yang teguh, dan pengharapan yang baru dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.